Papua Barat Daya
Pemprov Papua Barat Daya Petakan Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Potensi terjadinya kebakaran di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya mencapai angka 80 persen.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20241216_David-Jhon-Way-Papua-Barat-Daya.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Potensi terjadinya kebakaran di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya mencapai angka 80 persen.
Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Segel Ekspor Babi demi Cegah Penyebaran ASF dan PMK
Hal ini diungkapkan oleh David Jhon Way, Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Provinsi Papua Barat Daya, dalam wawancara dengan awak media di Kota Sorong, Senin (16/12/2024).
David menjelaskan, bahwa tingginya angka potensi kebakaran di Kota Sorong disebabkan oleh faktor kepadatan penduduk serta kerentanannya terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Simak Materi-materi Pembinaan Aparatur Pemadam Kebakaran di Papua Barat Daya
Tidak hanya di Kota Sorong, wilayah lain di Papua Barat Daya, seperti Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan, dan Tambrauw, juga memiliki potensi tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
“Memang, beberapa daerah di Papua Barat Daya, termasuk Kota Sorong, sangat rentan terhadap kebakaran. Kami di provinsi siap memberikan bantuan kepada kabupaten dan kota yang terdampak,” ujar David.
Untuk mengantisipasi potensi kebakaran, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang.
Tahun lalu, telah dilakukan pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dengan kapasitas 4 ribu liter, lengkap dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD).
Baca juga: Roadshow Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, KDEKS Papua Barat Daya Edukasi Pelaku UMKM
Tahun ini, lebih banyak sarana dan prasarana pendukung akan disiapkan untuk petugas damkar agar mereka dapat bekerja lebih maksimal.
David optimis bahwa dengan fasilitas yang ada, serta pembinaan dan pelatihan intensif untuk petugas pemadam kebakaran, mereka akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan efektif.
Baca juga: Papua Barat Daya Masuk Zona Hijau PMK dan ASF, Pemerintah Tetap Upayakan Pencegahan
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan kebakaran di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
“Pemetaan daerah rawan kebakaran ini sudah kami mulai bulan ini. Kami sedang mengumpulkan data dari kabupaten dan kota untuk menganalisis dan menentukan wilayah mana yang paling berisiko,” jelasnya.
Baca juga: KDEKS Papua Barat Daya Fokus Perkuat Ekonomi melalui Edukasi dan Literasi
Dengan langkah-langkah persiapan yang matang dan kerja sama antar instansi, David berharap potensi kebakaran di wilayah ini dapat diminimalisir, serta dampaknya dapat dikendalikan secara efektif. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
| KDEKS Papua Barat Daya Maksimalkan Potensi Ekonomi Lokal dengan Konsep Syariah |
|
|---|
| PHBI Papua Barat Daya Susun Program 2025, Perkuat Kolaborasi dan Sinergi dengan Lintas Organisasi |
|
|---|
| KDEKS Papua Barat Daya Siap Dorong Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkeadilan |
|
|---|
| Jajaran KPU Papua Barat Daya ke Panti Asuhan, Beri Santunan sekaligus Syukuran Pilkada 2024 Sukses |
|
|---|