Senin, 20 April 2026

SPMB 2025

Menanti Perwali, SPMB 2025 di Kota Sorong Siap Dilaksanakan Secara Transparan

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kota Sorong masih menunggu diterbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum pelaksanaannya

Tayang:
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Menanti Perwali, SPMB 2025 di Kota Sorong Siap Dilaksanakan Secara Transparan
TRIBUNSORONG.COM/ANGELA CINDY
PERSIAPAN SPMB 2025 - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Sorong Arby William Mamangsa menjelaskan persiapaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di ruang kerjanya, kompleks kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (31/1/2025). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kota Sorong masih menunggu diterbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum pelaksanaannya. 

Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sorong memastikan, bahwa segala persiapan telah dilakukan secara matang demi kelancaran proses penerimaan siswa baru.

Baca juga: Langkah Dinas Pendidikan Kota Sorong Jalankan Program Sekolah Gratis hingga SPMB 2025 Bebas Pungli

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Arby William Mamangsa menjelaskan, bahwa regulasi dari pemerintah pusat memang sudah ada, tetapi perlu diterjemahkan dalam kebijakan daerah agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setempat.

"Kami sebenarnya sudah siap menjalankan SPMB 2025. Namun, tanpa payung hukum dalam bentuk Perwali, sistem ini belum bisa diterapkan secara resmi. Oleh karena itu, kami masih menunggu arahan dari pemerintah daerah yang baru," ujar Mamangsa.

Menurut dia, salah satu aspek penting dalam keberhasilan SPMB adalah kesiapan tenaga pendidik. 

Mamangsa mengakui, bahwa jumlah guru di Kota Sorong tidak sepenuhnya ideal, tetapi kondisi ini masih dapat diatasi.

"Setiap tahun, ada guru yang pensiun atau berpindah tugas. Misalnya, banyak guru dari sekolah swasta yang memilih pindah ke sekolah negeri setelah menjadi P3K. Hal ini menyebabkan kekurangan di sekolah swasta," jelasnya.

Baca juga: Implementasi SPMB 2025 di Kota Sorong Papua Barat Daya Tunggu Regulasi Ini

Untuk mengatasi tantangan ini, lanjut dia, Disdikbud terus mengoptimalkan sumber daya yang ada dan melakukan penyesuaian agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar. 

Selain itu, sepanjang tahun 2024, berbagai pelatihan dan sosialisasi telah diadakan guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

"Kami fokus pada transformasi mindset kepala sekolah dan guru. Selain sosialisasi dan bimtek, kami juga mengadakan workshop untuk meningkatkan keterampilan mereka agar siap menghadapi perubahan," ucap Mamangsa.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat, terutama orang tua siswa, dalam mendukung keberhasilan SPMB 2025. 

Kata Mamangsa, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga masyarakat secara luas.

"Kami mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat dan komite sekolah yang telah memberikan masukan kepada kami. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memastikan sistem ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan warga," ujarnya.

Baca juga: Kisah Takdir Rasyid, Pemuda Kota Sorong yang Sukses Bangun Usaha Kuliner "Tripel Z"

Di tengah berbagai tantangan, Mamangsa berharap agar proses penerimaan siswa baru tahun ini dapat berjalan dengan transparan dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan tenang saat proses SPMB berlangsung, tanpa terpengaruh oleh berita hoaks atau kekhawatiran yang tidak perlu," tegasnya.

Baca juga: Mucikari Kasus TPPO di Kota Sorong Papua Barat Daya Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved