Kabar Kabupaten Sorong
Posyandu Remaja Sorong: Benteng Muda Lawan Pernikahan Dini
Penguatan kader Posyandu Remaja berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sorong, Selasa 29 Juli 2025.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250730_POSYANDU-REMAJJA.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Penguatan kader Posyandu Remaja berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sorong, Selasa 29 Juli 2025.
Baca juga: 30 Calon Paskibraka Kabupaten Sorong Mulai Diklat, Siap Kibarkan Merah Putih
Kegiatan ini merupakan upaya krusial mencegah perkawinan anak dan menangani berbagai isu kesehatan remaja.
Program INKLUSI ini diselenggarakan Lakpesdam NU, Fatayat NU Kabupaten Sorong, dan berbagai instansi lintas sektor.
Baca juga: 245 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Kabupaten Sorong, Progres Hampir 100 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, dr. Rooney Kalesaran, menekankan peran vital layanan kesehatan berbasis kader dalam menangani masalah kesehatan remaja dan mencegah perkawinan usia dini.
"Posyandu Remaja adalah jembatan strategis dalam edukasi dan pendampingan generasi muda," ujar dr. Rooney.
Ia menambahkan bahwa melalui pendekatan non-formal dan edukasi sebaya, Posyandu Remaja dapat menjangkau isu-isu sering terlewatkan, termasuk kesehatan mental dan perkawinan usia dini.
Rusyaid, Field Coordinator INKLUSI, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah strategi jangka panjang memperkuat peran puskesmas dan kader sebagai garda terdepan dalam penyuluhan dan perlindungan remaja.
Baca juga: API Kabupaten Sorong Dinilai Berperan Menjaga Kerukunan Umat Beragama
Senada, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Sorong, Widiastuti, berkomitmen mendorong keterlibatan perempuan dan kader muda dalam isu kesehatan masyarakat.
"Kami ingin remaja tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari perkawinan anak," katanya.
Baca juga: Konfercab DPC API Kabupaten Sorong Gelar, Bekerja Sama dalam Pelayanan Kristus
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli.
Elizabeth Nussy dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong membahas kesehatan remaja dan pencegahan perkawinan anak.
Selanjutnya, Ketua LKP3A Fatayat NU, Nuri Pina, memberikan pelatihan komunikasi remaja dan deteksi dini masalah psikososial.
Sesi ditutup Kepala Puskesmas Mayamuk, I Wayan Sarjana, dengan simulasi dan studi kasus terkait Posyandu Remaja.
Baca juga: 4 Titik Jembatan Rusak di Klayili Kabupaten Sorong Mulai Diperbaiki
Kegiatan ini diikuti oleh kader Posyandu dari wilayah dampingan Program INKLUSI, meliputi Arar, Warmon, Klamalau, dan Maibo. (tribunsorong.com/ismail saleh)