Pendidikan di Kabupaten Sorong
Transparansi Penggunaan Anggaran BOSP, Disdikbud Sorong Gelar Sosialisasi ARKAS
Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Sorong Andreas mengatakan, ARKAS penting sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BOSP.
Penulis: Aldy Tamnge | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250925_sosialisasi-arkas-disdik-kabupaten-sorong.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya menggelar Sosialisasi Aplikasi Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) Bantuan Opersional Satuan Pendidikan (BOSP) PAUD Tahun 2025.
Kegiatan selama tiga hari, 25-27 September 2025 diikuti kepala sekolah, bendahara, dan tenaga pendidik.
Baca juga: Disdikbud Sorong Gelar Bimtek, Fokus Selamatkan Masa Depan Anak Putus Sekolah
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Sorong Andreas mengatakan, ARKAS penting sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BOSP.
“Melalui ARKAS, setiap satuan pendidikan harus mampu mengelola anggaran secara tepat, sesuai aturan, dan transparan. Dana yang ditransfer pemerintah pusat maupun provinsi harus segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan sekolah,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Baca juga: Pelatihan Guru Mengaji di Kota Sorong Ramai Peminat, Agenda Nasional Milad Ke-41 BKPRMI
Andreas menambahkan, aplikasi ARKAS bukan hanya alat administrasi, tetapi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan pendidikan yang lebih baik dan transparan.
Ia berharap penggunaan BOSP PAUD lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini,” katanya.
Andreas menyatakan, pendidikan dasar 12 tahun merupakan hak setiap anak, sedangkan PAUD menjadi pondasi penting sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Guru PAUD tidak hanya mengajarkan baca-tulis, tetapi juga menanamkan nilai adat, kedisiplinan, serta pola hidup sehat sejak dini.
Baca juga: Inilah Daftar Sekolah Penerima Bantuan Pendidikan Gratis dari Pemkot Sorong
Menurutnya, tantangan pendidikan di Kabupaten Sorong tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga tata kelola administrasi sekolah.
Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan agar membuka rekening agar pengelolaan keuangan lebih tertib.
Baca juga: Disdikbud Sorong Gelar Bimtek, Fokus Selamatkan Masa Depan Anak Putus Sekolah
Selain itu, ia menyinggung rencana pembangunan sekolah baru di beberapa wilayah terpencil.
"Minimal tiga hingga empat sekolah baru akan kita dorong tahun depan. Kami ingin setiap anak, termasuk di pedalaman, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas," ucap Andreas. (tribunsorong.com/aldy tamnge)
| Operator Dapodik Disebut Jantung Sekolah, Dispendikbud Sorong Gelar Bimtek |
|
|---|
| Atasi Ketimpangan, Pemkab Sorong Petakan Kebutuhan Guru hingga ke Wilayah Pedalaman |
|
|---|
| Tingkatkan Mutu PAUD, Disdikbud Sorong Gelar Sosialisasi Perencanaan Berbasis Data |
|
|---|
| Operator PAUD Kabupaten Sorong Digembleng 3 Hari untuk Kelola Data Dapodik Valid |
|
|---|
| Pelatihan Guru PAUD Usai, Disdikbud Sorong Soroti Administrasi dan Fasilitas TK Belum Memadai |
|
|---|