Senin, 4 Mei 2026

Berita NTT

Begini Alasan Pria di TTU NTT Tega Bacok Anggota Keluarganya Sendiri

Landelinus Kuabib (51) tega membacok empat anggota keluarganya, pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 22.10 WITA.

Tayang:
zoom-inlihat foto Begini Alasan Pria di TTU NTT Tega Bacok Anggota Keluarganya Sendiri
Dok. Istimewa
JEMPUT JENAZAH - Keluarga korban saat menjemput jenazah korban di Kamar Jenazah RSUD Kefamenanu, Selasa (14/10/202). 

TRIBUNSORONG.COM - Landelinus Kuabib (51) tega membacok empat anggota keluarganya, pada Senin (13/10/2025) sekitar pukul 22.10 WITA.

Aksi sadis ini terjadi di Dusun Usapi Toko, RT/RW 003/003, Desa Amol, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaku membacok istrinya, iparnya (istri adik kandung pelaku), serta dua ponakan (anak dari iparnya tersebut).

Tiga korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu anak berusia 14 tahun berinisial LK mengalami luka berat pada kedua tangannya dan kini menjalani perawatan di RSUD Kefamenanu.

Korban tewas diketahui bernama: Kristina Nomawa (43);  Emiliana Oetpah (53) dan Bernadeta Kuabib (8).

Kesaksian Warga

Saksi mata Yasintus Talan (51) mengungkapkan, sekitar pukul 18.00 WITA, dirinya bersama pelaku dan sejumlah anggota keluarga sedang berada di sebuah rumah duka di Desa Amol.

Tak lama kemudian, ia menerima kabar bahwa pelaku terlibat cekcok dengan istrinya.

“Saya langsung ke lokasi. Saat tiba, saya lihat dua korban sudah terkapar bersimbah darah dan tak bernyawa,” ujar Yasintus, Selasa (14/10/2025).

Ia juga menemukan korban LK (14) dengan luka parah di bagian tangan.

Korban segera dievakuasi ke RSUD oleh Panit Intelkam Polsek Miomaffo Timur bersama keluarga.

Beberapa saat kemudian, saksi mendapati satu jasad lain di dapur rumah pelaku, yang juga telah meninggal dunia.

Saksi lain, Yuliana Talan (78) ibu pelaku  mengatakan bahwa sore hari sebelum kejadian, ia sempat pulang dari rumah duka dan tertidur.

“Tidak lama saya dengar teriakan. Saya keluar, tegur anak saya, tapi dia diam. Tiba-tiba dia pukul bahu saya pakai parang,” tutur Yuliana. 

Ia mengaku langsung lari menyelamatkan diri dari amukan pelaku.

Suasana Duka di Rumah Sakit

Tangis haru keluarga pecah di ruang jenazah RSUD Kefamenanu, Selasa (14/10/2025) malam, ketika jenazah korban Emiliana Oetpah dimasukkan ke peti.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved