Jumat, 8 Mei 2026

HIV AIDS

269 Warga Manokwari Positif HIV, Akses Pengobatan Diperluas

Penanggung jawab program HIV/PIMS Dinkes Manokwari Everdina Yuliana Wanggai mengatakan, ditemukan 269 warga positif HIV.

Tayang:
zoom-inlihat foto 269 Warga Manokwari Positif HIV, Akses Pengobatan Diperluas
GAMBAR BUATAN AI GEMINI
ILUSTRASI HIV/AIDS - Ilustrasi penyakit HIV/AIDS buatan AI Gemini, Jumat (17/10/2025). Penanggung jawab program HIV/PIMS Dinkes Manokwari Everdina Yuliana Wanggai mengatakan, ditemukan 269 warga positif HIV. 

TRIBUNSORONG.COM - Penanggung jawab program HIV/PIMS Dinkes Manokwari Everdina Yuliana Wanggai mengatakan, ditemukan 269 warga positif HIV.

Kasus ini terungkap pada periode Januari-September 2025, hasil dari pemeriksaan terhadap 4.901 warga.

“Data ini tidak bisa langsung disebut peningkatan karena bersifat dinamis,” kata dia di Manokwari, Kamis kemarin (16/10/2025). 

Baca juga: Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Papua Tengah Tembus 22.000, Wakil Gubernur Serukan Aksi Serius

Ia mengatakan, penemuan kasus baru HIV di Manokwari merupakan hasil dari upaya deteksi dini mengingat ancaman yang semakin meluas di masyarakat.

Selain itu, dia mengatakan, jumlah kasus yang ditemukan tersebut pun sangat bergantung pada banyaknya pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di lapangan.

“Kalau pemeriksaannya banyak, tentu temuan juga banyak. Tapi kalau sedikit yang diperiksa, maka temuan juga sedikit. Jadi angka kasus ini tidak bisa langsung disimpulkan naik atau turun,” ujar dia lagi. 

Baca juga: Edukasi ABCDE, Strategi Dinkes Sorong Cegah HIV/AIDS

Menurut dia, hal yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan agar segera datang ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes HIV. 

“Imbauan kami bagi yang belum diperiksa agar segera datang ke puskesmas. Sedangkan bagi yang sudah terdeteksi positif, harus patuh menjalani pengobatan karena ada solusi yaitu dengan rutin minum obat,” kata Everdina. 

Dinas Kesehatan Manokwari terus memperkuat layanan pemeriksaan dan pengobatan melalui puskesmas dan rumah sakit, termasuk dengan menambah layanan PDP (pengobatan dan pendampingan pasien) agar penanganan dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat.

Baca juga: Waspada! Distrik Sorong Manoi Jadi Titik Penyebaran HIV/AIDS Terbesar di 2024, Tercatat 30 Kasus

Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mencapai indikator eliminasi HIV/AIDS dengan memperluas akses tes, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memastikan pengobatan berkelanjutan bagi pasien yang terdeteksi positif. 

Ia menambahkan, tingkat kasus HIV di Manokwari tidak dapat langsung dikategorikan tinggi atau rendah karena penyakit ini memiliki periode laten yang panjang. 

“Yang bisa kami katakan adalah kasus telah ditemukan dan kami terus berupaya mencapai indikator eliminasi sesuai target nasional,” ujarnya.

Siapkan fasilitas kesehatan

Sejalan dengan kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari telah menyiapkan 12 fasilitas kesehatan (faskes) untuk memperkuat upaya pencegahan penularan penyakit menular dari ibu ke bayi. 

Tak hanya untuk kasus HIV, tapi pun sifilis, dan Hepatitis B. 

Baca juga: 4.016 Kasus HIV/AIDS di Kota Sorong, KPA Pastikan Stok Obat ARV Aman

Everdina mengatakan, 12 faskes tersebut terdiri dari enam puskesmas di wilayah kota, empat rumah sakit, serta dua puskesmas di daerah pinggiran yaitu Puskesmas Mansinam dan Puskesmas Sidey.

“Kita memberikan pelatihan agar tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan sesuai standar dan tata laksana yang tepat, terutama dalam mencegah penularan penyakit dari ibu ke bayi,” ujar Everdina.

Puskesmas yang dilibatkan juga disiapkan menjadi Puskesmas Pengobatan dan Pendampingan (PDP) agar mampu menangani pasien positif tanpa harus dirujuk ke rumah sakit.

Harapannya, ketika ada ibu hamil yang terdeteksi positif HIV atau penyakit menular lainnya, tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit, namun bisa ditangani langsung di puskesmas. 

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Kota Sorong Tinggi, YAPARI bersama LSM dan Instansi Kumpul Bahas Penanggulangan

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari periode Januari hingga September 2025, jumlah ibu hamil yang diperiksa Hepatitis B sebanyak 2.707 orang dengan 87 kasus positif. 

Lalu, pemeriksaan sifilis terhadap 2.449 ibu hamil dengan 218 kasus positif, dan HIV pada 2.683 ibu hamil dengan 65 kasus positif. 

Selain itu, 36 bayi telah menerima vaksin HBIG, dan 25 bayi menjalani pemeriksaan AID Early Infant Diagnostic (EID).

Baca juga: 4.016 Kasus HIV/AIDS di Kota Sorong, KPA Pastikan Stok Obat ARV Aman

Ia menekankan pentingnya kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sejak awal kehamilan atau kunjungan K1 Murni, yakni kontak pertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan.

“Jika ditemukan kasus positif pada kunjungan pertama, maka dapat segera dilakukan tata laksana yang tepat untuk memutus rantai penularan dari ibu ke bayi,” ujar dia. 

Para tenaga kesehatan dibekali materi yang meliputi komunikasi efektif, tata laksana ibu hamil dan bayi, pencatatan dan pelaporan, serta perencanaan logistik. (*)

Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul “4.901 Warga Manokwari Periksa HIV, Ditemukan 269 Positif dengan 65 Ibu Hamil”

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved