Stunting di Papua Barat Daya
Telkom Indonesia Turut Intervensi Stunting di Papua Barat Daya via Ekosistem Digital Kesehatan
Telkom Indonesia mengimplementasikan kolaborasi ekosistem kesehatan digital di lima lokasi posyandu di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251212_kolaborasi-stunting-telkom-witel.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Telkom Indonesia mengimplementasikan kolaborasi ekosistem kesehatan digital di lima lokasi posyandu di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Program tanggung jawab sosial lingkungan tersebut bertujuan membantu pemerintah daerah mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen, memanfaatkan teknologi digital buat memantau kesehatan ibu hamil dan balita.
Sebagai puncak kegiatan program yang berlangsung selama setahun, dilaksanakan penyampaian laporan program kolaborasi Intervensi Penanganan Stunting di Papua Barat Daya melalui Implementasi Ekosistem Kesehatan Digital pada 4 Desember 2025 lalu.
Baca juga: Telkom Witel Papua Barat Dorong UMKM Digital di Kota Sorong lewat “MANIS by Indibiz”
Acara di kantor Telkom Witel Papua Barat, gedung Grha Merah Putih Sorong itu dihadiri sejumlah pejabat Papua Barat Daya, Pemkot Sorong, dan Pemkab Sorong.
Antara lain Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Setda Provinsi Papua Barat Daya Suardi Thamal didampingi Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Irma Riyani Soelaiman.
Selanjutnya Kepala Dinas Kominfo Kota Sorong James Burung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Ronny Ch. N. Kalesaran, Kepala Puskesmas Malawili, Sorong Kota, Sorong Barat, dan Kepala Puskemas Sorong Utara, Kepala SMA Averos, serta kader posyandu.
Baca juga: Telkomsel 5G Fest 2025 Sorong Sukses, Catat Animo Tinggi Masyarkat, Komunitas hingga UMKM
Suardi Thamal mengapresiasi Telkom Indonesia atas inisiasi program sosial ini dengan berkolaborasi dengan pemerintah.
"Upaya ini sangat relevan dengan kebutuhan Papua Barat Daya saat ini, yakni memperkuat pelayanan dasar melalui inovasi dan percepatan teknologi," ujarnya.
Menurutnya, melalui implementasi teknologi digital pada ekosistem kesehatan, diharapkan membantu problem prioritas daerah seperti mempercepat pengumpulan data yang valid serta secara real-time.
Kemudian memudahkan ibu dan tim lesehatan dalam memantau perkembangan Kesehatan anak.
"Selain itu terintegrasinya layanan Kesehatan public yang lebih baik, sehingga memberikan informasi yang relevan berbasis data dalam pengambil keputusan," ucap Suardi.
General Manager Telkom Witel Papua Barat Eric Mauritz H.L. Tobing mengatakan, program ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui inovasi digital yang terintegrasi.
Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Genjot Intervensi Stunting dengan Dukungan Ekosistem Digital
Sesuai misi, Telkom Indonesia hadir guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Selain itu mengorkestrasi ekosistem digital untuk memberikan pengalaman digital pelanggan terbaik.
"Pendekatan digital health kami harapkan dapat memperkuat layanan posyandu dan membantu pemerintah daerah memiliki data kesehatan yang lebih akurat sehingga intervensi stunting dapat dilakukan lebih tepat sasaran," ujar Eric.
Baca juga: Edukasi Berkelanjutan ke Orang Tua dan Pola Asuh Jadi Kunci Penurunan Stunting di Kabupaten Sorong
| Program Genting Kemendukbangga/BKKBN: Stunting Turun 19,8 Persen, Rekrut 217 Ribu Orang Tua Asuh |
|
|---|
| Dinkes Kota Sorong Gelar Aksi Bergizi, Tekan Anemia dan Stunting pada Remaja |
|
|---|
| Gubernur Papua Barat Daya Luncurkan Program 1000 HPK di Raja Ampat, Fokus Cegah Stunting |
|
|---|
| Cegah Stunting, Puskesmas Aifat Utara Maybrat Gelar Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal |
|
|---|
| Akurasi Data Stunting, Dinkes Sorong Selatan Gelar Bimtek Aplikasi e-Monev Bangda |
|
|---|