Pelabuhan Sorong Merger Pelindo, Dongkrak Pertumbuhan dan Efisiensi Sektor Maritim
Transformasi di Pelabuhan Sorong membuat perusahaan pelayaran lebih efisien. Waktu singgah kapal (port stay) makin pendek
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Ilma De Sabrini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20231129_kapal-yang-sandar-di-pelabuhan-sorong-1.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Transformasi di Pelabuhan Sorong membuat perusahaan pelayaran lebih efisien.
Waktu singgah kapal (port stay) makin pendek dan produktivitas yang lebih tinggi membuat arus barang lebih lancar.
Transformasi ini dilaksanakan setelah empat perusahaan pengelola pelabuhan yakni PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV merger menjadi PT Pelindo (Persero) pada 1 Oktober 2021.
General Manager PT Pelindo Regional 4 Sorong Zahlan membeberkan, sejumlah data perbandingan antara kinerja sebelum dan sesudah Pelindo merger.
Baca juga: Sembunyikan 14 Paket, Polres Sorong Selatan Kembali Bekuk Pengedar Ganja di Pelabuhan Kota Sorong
Waktu singgah kapal (port stay) turun, kata dia, dari 72 jam pada saat sebelum merger, menjadi maksimal 24 jam.
Bahkan, rata-rata port stay pada Januari-September 2023 tercapai hanya 10,84 jam, jika dibandingkan 24,37 jam pada year on year (YoY).
Produktivitas bongkar-muat juga naik, dari 17 BSH (Box per Ship per Hour) menjadi 30,34 BSH.
Selaras dengan itu, produktivitas penanganan crane juga naik dari 8 BCH, menjadi 22 BCH.
Hal itu membuat jumlah kapal yang dilayani bertambah.
Baca juga: Kritik Pemkot Pungut Retribusi Penumpang Sorong-Waisai, Anggota DPR RI: Keliru, Fasilitas Saja Nihil
Pada Januari-September 2023, Sorong melayani 97 kapal.
Jumlah tersebut naik 11 kapal secara YoY di tahun 2022 sebanyak 86 kapal.
“Jumlah peti kemas yang dibongkar-muat di TPK Sorong pada periode Januari-September tersebut juga meningkat dari 31.744 TEUs (kontainer berukuran 20 kaki) pada 2022 menjadi 36.178 TEUs atau naik 14 persen,” kata Zahlan, Senin (27/11/2023).
Peningkatan kinerja ini katanya, merupakan hasil transformasi Pelindo selama dua tahun ini.
Satu di antara tonggak penting adalah perubahan waktu operasional Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas Sorong menjadi 24 jam kali tujuh hari (24x7) dari sebelumnya hanya enam hari kerja.
"Di Sorong yang mayoritas penduduknya umat Kristiani, Minggu merupakan hari ibadah. Proses untuk menuju waktu operasional 24X7 itu tidaklah mudah,” ucap Zahlan.
Baca juga: SKK Migas Bersama TNI AL dan KSOP Bersinergi Jaga Operasional Perkapalan dan Kemaritiman Hulu Migas