Kebakaran di Rufei Kota Sorong

Kebakaran di Kota Sorong Renggut 8 Nyawa Sekeluarga, Kapolresta Beber Kronologis dan Hasil Olah TKP

Rumah tersebut dihuni keluarga Abdul Majid (53), warga asal Sulawesi Selatan (Sulsel)

|
Penulis: Safwan | Editor: Jariyanto
ISTIMEWA
Warga dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) mengantar jenazah satu dari delapan korban kebakaran di Kompleks Posyandu, Rufei, Kota Sorong, Papua Barat Daya yang meninggal dunia pada Minggu (2/6/2024). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Tragedi kebakaran di sebuah kontrakan Jalan RA Kartini, Kompleks Posyandu, Kelurahan Rufei, Kota Sorong, Papua Barat Daya pada Rabu (29/5) malam sekitar pukul 20.00 WIT malam merenggut total delapan korban jiwa.

Rumah tersebut dihuni keluarga Abdul Majid (53), warga asal Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saat kejadian, ada sembilan orang yang berada di dalam rumah selain Abdul Majid, yaitu Nurhayati (50) (istri), Hj Rohani (56) (besan), dan Wahidah (30) (anak).

Baca juga: Terlambat ke Lokasi Kebakaran THM, Ini Alasan Pemadam Kebakaran Kota Sorong

Baca juga: Soal Terbatasnya Armada Damkar, Pj Wali Kota Sorong Wacanakan Tambah Unit Pemadam Kebakaran

Adapun lima lainnya merupakan anak-anak, terdiri dari empat cucu Abdul Majid, antara lain Hipbang (7), Aulia (5), Jarlani (4), dan Rafan (3), serta Farhan (8) yang merupakan keponakan.

Kapolres Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdana Yudianto menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari Abdul Majid yang tengah memperbaiki selang kompor gas ukuran lima 5 kilogram (kg).

"Saat perbaiki selang tiba-tiba ada api yang langsung besar lalu melahap perabotan rumah tangga serta korban. Memang para korban sedang berkumpul dan makan bersama di dalam rumah," ujarnya kepada TribunSorong.com, Senin (3/6/2024).

"Kondisi rumah yang pendek dan sempit, sehingga api menyambar para korban saat gas menyemburkan api," ucap Happy.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan serta memadamkan api.

Abdul Majid sekeluarga selanjutnya dilarikan ke RS Maleo, Kampung Baru guna mendapat perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Sertijab 7 Pejabat Utama Polresta Sorong Kota, Kapolresta Happy Beri Penekanan soal Ini

Baca juga: Remaja 19 Tahun Spesialis Curanmor dan Begal Diringkus Tim Resmob Polresta Sorong Kota

Lantaran kondisi lukanya cukup parah, para korban yang kemudian dirujuk ke RSUD JP Wanane, Kilometer 22, Aimas, Kabupaten Sorong.
 
Setelah sempat mendapat perawatan, bocah Rafan menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (30/5/2024) pagi, menyusul kemudian Hj Rohani pada siang harinya.

Pada hari berikutnya, Jumat (31/5/2024), ada tiga korban yang meninggal dunia, yaitu Nurhayati dan Wahidah saat waktu subuh kemudian sorenya Aulia.

Korban meninggal dunia bertambah lagi atas nama Hipbang pada Sabtu (1/6/2024) sore.

Nyawa Abdul Majid pada akhirnya tidak terselamatkan setelah empat hari menjalani perawatan intensif.

Ia menjadi korban terakhir atau kedelapan yang berpulang ke hadapan Sang Khalik pada Minggu (2/6/2024) sore.

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UNAMIN Sorong, Ada 24 Adegan Pelaku

Baca juga: Siap-siap! Polda Papua Barat Daya Bakal Dipimpin Polisi Bintang Satu

Satu-satunya korban selamat dalam peristiwa tragis ini adalah Farhan (8) yang mengalami luka bakar di kaki.

Halaman
12
Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved