Pilkada di Papua Barat Daya
Tenaga Ahli Pimpinan MPR Siap Bertarung di Pilkada PBD, Simak Visi Misi dan Program Prioritasnya
Tokoh muda asal Kabupaten Tambrauw Thomas Warijo siap bertarung dalam kontestasi politik pada pemilihan Gubernur Papua Barat Daya 2024.
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Ilma De Sabrini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240606_tokoh-muda-bacagub.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Tokoh muda asal Kabupaten Tambrauw Thomas Warijo siap bertarung dalam kontestasi politik pada pemilihan Gubernur Papua Barat Daya 2024.
Guna mewujudkan itu, Thomas Warijo sudah mempersiapkan diri termasuk visi, misi, dan program kerja prioritas.
Visi yang ia usung yaitu terwujudnya rakyat Papua Barat Daya yang adil, sejahtera, berdaya saing, dan berbudaya.
Baca juga: Pemuda Yapen-Waropen Dukung Bacagub Joppye Onesimus Wayangkau, Ini Alasannya
Misinya yaitu mewujudkan percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat.
Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, berdaya saing dan bermoral.
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.
Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastuktur antar kabupaten/kota guna pengintegrasian.
Mewujudkan kelestarian lingkungan dengan menjadikan Papua Barat Daya sebagai provinsi konservasi.
Enam Program Prioritas
Bakal calon (bacalon) Gubernur Papua Barat Daya Thomas Warijo mengatakan, ada enam program prioritas strategis ketika ia terpilih menjadi gubernur.
Di antara enam program itu di antaranya adalah peningkatan kualitas sistem pendidikan vokasi, transformasi sistem kesehatan, dan peningkatan ekonomi berbasis inovasi.
Baca juga: Bupati Asmat Jadi Balon Gubernur Papua Barat Daya, 5 Figur Muslim Masuk Bursa Wakil
Kemudian, peningkatan inovasi pelayanan publik, peningkatan infrastruktur konektifitas wilayah, dan mengembangkan destinasi dan infrastruktur pariwisata.
Ia bilang, peningkatan kualitas sistem pendidikan vokasi meliputi pengembangan kurikulum yang relevan, pelatihan dan pengembangan guru, kemitraan industri, fasilitas dan peralatan modern, pendekatan belajar berbasis proyek, sertifikasi dan akreditasi.
“Penting juga penggunaan teknologi dalam pembelajaran serta evaluasi peningkatan dan berkelanjutan,” katanya kepada TribunSorong.com, Kamis (6/6/2024).
Baca juga: DPD Partai Hanura Serahkan Berkas 9 Balon Gubernur Papua Barat Daya ke DPP, Ini Tahapan Selanjutnya
Program transformasi sistem kesehatan, imbuhnya, mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.