Selasa, 14 April 2026

Jumat Agung

Misa Jumat Agung di Paroki St. Albertus Agung Sorong Selatan, Pastor Ulas Cinta dan Ketaatan Yesus

Rangkaian misa terdiri dari Ibadah Sabda, Pewartaan Sabda, Doa Umat Meriah, Penghormatan Salib, dan Penerimaan Komuni Kudus.

Tayang:
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Misa Jumat Agung di Paroki St. Albertus Agung Sorong Selatan, Pastor Ulas Cinta dan Ketaatan Yesus
ISTIMEWA
MISA JUMAT AGUNG - Ratusan umat Katolik Paroki St. Albertus Agung, Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya mengikuti Misa Jumat Agung, Jumat (18/4/2025). Ibadah di Gedung Gereja St. Albertus Agung ini dipimpin oleh Pastor RD. Zepto Triffon Polii, Pr. 

TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Ratusan umat Katolik Paroki St. Albertus Agung, Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya mengikuti Misa Jumat Agung, Jumat (18/4/2025). 

Ibadah di Gedung Gereja St. Albertus Agung ini dipimpin oleh Pastor RD. Zepto Triffon Polii, Pr.

Prosesi dimulai pukul 15.00 WIT, bertepatan waktu yang diyakini sebagai saat wafatnya Yesus Kristus. 

Baca juga: Ibadah Penciuman Salib di Kumurkek Maybrat, Momen Reflektif Sengsara dan Wafat Kristus

Rangkaian misa terdiri dari Ibadah Sabda, Pewartaan Sabda, Doa Umat Meriah, Penghormatan Salib, dan Penerimaan Komuni Kudus.

Pastor Zepto dalam keterangannya usai misa mengatakan, Jumat Agung merupakan hari peringatan akan sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Dia memasrahkan hidup-Nya bukan karena keterpaksaan melainkan cinta dan ketaatan kepada Bapa serta kasih yang besar kepada umat manusia.

Baca juga: Semua Tanya Tentang Cinta kepada Orang Lain Terjawab Tuntas oleh Yesus di Kayu Salib

Menurut Pastor Zepto, perbedaan kematian Yesus dengan kematian umumnya adalah dari segi makna. 

"Bagi kita yang percaya, kematian-Nya adalah simbol ketaatan kepada Bapa dan cinta yang penuh kepada manusia. Ini menjadi ajakan bagi kita semua untuk hidup dengan sungguh-sungguh, menjadi pribadi yang rela berkorban dalam keluarga, pelayanan, dan masyarakat,” katanya.

Pastor Zepto juga mengingatkan bahwa pengorbanan tidak mudah tetapi rahmat Allah akan menyempurnakan kekurangan manusia. 

Orang yang berani kehilangan hidupnya seperti Yesus, akan memperolehnya kembali.

"Seperti Yesus mati dan bangkit, kita pun dipanggil untuk turut bangkit bersama-Nya,” ucapnya.

Baca juga: Ibadah Jumat Agung di Kota Sorong, Pater Iventus Kocu: Tetap Beriman di Tengah Persoalan Hidup

Menurut Pastor Zepto, falam liturgi Jumat Agung, imam dan petugas liturgi memasuki gereja tanpa lagu pembukaan, dalam keheningan total. 

Imam kemudian bersimpuh sebagai lambang penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, sementara umat berlutut merenungkan wafatnya Kristus.

Baca juga: Cerita Hendri Perankan Yesus dalam Tablo Jalan Salib di Paroki Santo Arnoldus Janssen Sorong

Perayaan Jumat Agung bukan perayaan terpisah melainkan kelanjutan dari Misa Kamis Putih dan berlanjut hingga Vigili Paskah pada Sabtu malam. 

Dalam prosesi penghormatan salib, umat diberi kesempatan untuk menghormati salib secara pribadi. 

Baca juga: Drama Jalan Salib di Sorong, Umat Katolik Diingatkan Kisah Sengsara dan Penderitaan Kristus

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved