Pinjaman Daring

KrediOne, Solusi Pinjaman Digital Legal dan Cepat di Sorong Papua Barat Daya

Di tengah maraknya layanan pinjaman online (pinjol) ilegal, KrediOne hadir sebagai solusi legal, cepat, dan mudah bagi masyarakat.

|
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM
SOLUSI KEUANGAN - Direktur IT dan Operasional KrediOne Defrian Afdi (kanan) hadir dalam podcast bertajuk "KrediOne Solusi Keuangan dalam Satu Genggaman" di Studio Tribun Sorong, Jalan Pramuka, Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (8/7/2025). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Di tengah maraknya layanan pinjaman online (pinjol) ilegal, KrediOne hadir sebagai solusi keuangan yang legal, cepat, dan mudah bagi masyarakat.

Baca juga: Marak Investasi dan Pinjol Ilegal, OJK Ajak Warga Papua Barat Daya Melek Literasi Keuangan Digital

Direktur IT dan Operasional KrediOne Defrian Afdi menjelaskan, KrediOne merupakan bagian dari ekosistem fintech (financial technology) resmi yang kini disebut pindar alias pinjaman daring (Lembaga Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi).

“Konotasi pinjol sudah negatif. Istilah pindar digunakan untuk entitas resmi dan berizin,” kata Defrian dalam podcast di Studio TribunSorong, Selasa (8/7/2025).

Baca juga: Pinjol Ilegal di Papua Barat Daya jadi Topik Reses Perdana Anggota DPD RI Mamberob dengan OJK

Didirikan pada 2019 dengan nama 360Ready, sambung dia, perusahaan ini resmi bertransformasi menjadi KrediOne pada Mei 2025.

Platform ini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tergabung dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Hingga kini, KrediOne telah diunduh lebih dari 10 juta kali, dengan 700.000 pengguna aktif,” ujar Defrian.

Defrian mengatakan, proses pengajuan pinjaman hanya membutuhkan KTP dan pengecekan riwayat kredit, tanpa agunan, dan bisa selesai dalam lima menit.

KrediOne menawarkan pinjaman mulai dari Rp400 ribu hingga Rp80 juta dengan tenor maksimal 12 bulan.

"Suku bunga maksimal mengikuti aturan OJK yakni 0,3 persen per hari,” katanya.

Baca juga: Unik! Pelantikan Pengurus Kwongke Kaban Salukh Moi Papua Barat Daya Kenakan Busana Adat Lengkap

Di Kota Sorong, ucap dia, mayoritas peminjam adalah perempuan usia 20-30 tahun, dengan kebutuhan utama untuk konsumsi, modal usaha, dan pendidikan.

Adapun total penyaluran dana mencapai Rp6 miliar, dengan outstanding sekitar Rp2 miliar.

Baca juga: Perangkat Daerah Kota Sorong Harus Setor Data Pekan Depan, Dorong Percepatan PSN di Daerah

Sebagai Pindar resmi, KrediOne wajib menjalani audit dan melaporkan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB).

“Jika TKB di bawah 95 persen, regulator akan memberi perhatian serius,” ucap Defrian.

Guna meminimalkan risiko kredit, tambah dia, KrediOne mengandalkan analisis teknologi dan perilaku pengguna.

“Kami menilai kelayakan pinjaman tidak hanya dari data, tapi juga dari perilaku pengguna di aplikasi,” katanya. (tribunsorong.com/angela cindy)

Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved