Jumat, 8 Mei 2026

Hari Pangan Internasional

Hari Pangan Internasional 2025: Diskusi Sawit hingga Kerusakan Lingkungan di Papua Barat Daya

Yayasan Pusaka Bantala Rakyat dan masyarakat adat gelar peringatan Hari Pangan Internasional di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Tayang:
Penulis: Safwan | Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Hari Pangan Internasional 2025: Diskusi Sawit hingga Kerusakan Lingkungan di Papua Barat Daya
TRIBUNSORONG.COM/SAFWAN ASHARI
HARI PANGAN INTERNASIONAL 2025 - Yayasan Pusaka Bantala Rakyat dan masyarakat adat menggelar peringatan Hari Pangan Internasional 2025 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan bertajuk "Membicarakan Problem dan Solusi Bersama: Sawit, Korupsi, Kerusakan Lingkungan dan Hidup Kita yang Tetap Biasa Saja" berlangsung tiga hari, 16-18 Oktober 2025. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Yayasan Pusaka Bantala Rakyat dan masyarakat adat menggelar peringatan Hari Pangan Internasional 2025 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Kegiatan bertajuk "Membicarakan Problem dan Solusi Bersama: Sawit, Korupsi, Kerusakan Lingkungan dan Hidup Kita yang Tetap Biasa Saja" berlangsung tiga hari, 16-18 Oktober 2025.

Baca juga: Di Ambang jadi Kebun Sawit, Suku Nakna Sorong Selatan Pasang Badan Jaga Hutan Keramat

MA Mahruz, perwakilan Yayasan Pusaka Bantala Rakyat mengatakan, peringatan Hari Pangan dikemas dalam bentuk diskusi.

Tema secara umum membahas sawit, korupsi, dan kerusakan lingkungan hutan di Papua Barat Daya.

Peserta dalam diskusi kali ini yakni mulai dari masyarakat adat Moi, hingga mereka yang terdampak langsung dengan adanya sawit.

"Dalam diskusi ada juga bedah buku tentang budaya pangan dan identitas orang Papua di Sorong," kata Mahruz kepada TribunSorong.com, Kamis (16/10/2025).

Baca juga: Melawan Sawit, 4 Marga Sub-Suku Moi Sigin Ajukan Perlindungan Hukum Adat ke Pemkab Sorong

Hasil riset di lapangan, lanjutnya, termasuk di Merauke, masyarakat adat banyak kehilangan hak gegara sawit dan sejumlah proyek strategis nasional yang masuk.

Mahruz berharap, melalui kegiatan ini lahir sikap tegas dari masyarakat adat agar ke depan tak lagi ada konflik di bawah.(tribunsorong.com/safwan ashari

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved