Pariwisata di Papua Barat Daya

5 Jenis Cenderawasih Bisa Dijumpai di Hutan Malasigi Sorong, Ini Rutenya

Kampung Persiapan Malasigi Distrik Klayili, Kabupaten Sorong kian dikenal sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan budaya.

Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
Dok. Istimewa
WISATA MALASIGI - Kampung Persiapan Malasigi Distrik Klayili, Kabupaten Sorong kian dikenal sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan budaya di Papua Barat Daya. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kampung Persiapan Malasigi Distrik Klayili, Kabupaten Sorong kian dikenal sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan budaya di Papua Barat Daya

Kampung adat yang dikelilingi hutan hujan tropis ini menawarkan berbagai atraksi ekowisata menarik mulai dari sumber air panas alami, pengamatan burung cenderawasih, hingga produk kerajinan tangan mama-mama kampung.

Baca juga: Potret Jalan di Kampung Persiapan Malasigi Sorong, Lumpur hingga Jembatan Rusak, Trip Wisata Batal

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Belempe Manase Fami mengatakan, bahwa salah satu paket wisata paling digemari wisatawan adalah kombinasi antara pengamatan burung, eksplorasi goa, dan pemandian air panas.

“Biasanya wisatawan datang untuk nonton lima jenis burung cenderawasih asli Malasigi. Setelah itu lanjut ke goa, lalu mandi di sumber air panas. Malam harinya mereka menginap di homestay dan melihat langsung proses anyaman mama-mama,” ujar Manase kepada TribunSorong.com, Senin (14/7/2025).

Adapun lima jenis burung cenderawasih yang dapat dijumpai di kawasan hutan Malasigi meliputi Cenderawasih Belarotan (12 Kabel), Cenderawasih Gobel Kawat, Cenderawasih Dada Biru, Cenderawasih Kuning Kecil dan Cenderawasih Raja.

Selain itu, terdapat juga berbagai jenis burung langka lainnya seperti Kasuari Utara, Mulut Katak Papua, Cenderawasih Dada Merah, Pitta Paruh Merah, hingga Kakatua Jambul Sulphur.

Baca juga: Warga Kampung Adat Malasigi Sorong Diberi Pemahaman Kesehatan, Program SELARAS SKK Migas-PEP Papua

Di sektor herpetofauna, kawasan ini menjadi habitat alami berbagai jenis reptil seperti
Candoia carinata, Boiga irregularis, Dendrelaphis lineolatus, Stegonotus cucullatus, Aspidomorphus schlegelii, Micropechis ikaheca, Ground boa, Brown tree snake, Schlegel’s crown snake, Tree snake dan New Guinea small-eyed snake.

“Jenis-jenis reptil ini justru menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara, terutama pecinta herpetologi yang datang khusus untuk memotret dan mengamati perilaku satwa liar di hutan Papua,” tambah Manase.

Kampung Malasigi juga menyajikan pengalaman budaya yang otentik. 

Wisatawan yang datang akan disambut dengan tarian adat Moi Kelim bernama A’len, tarian khas penyambutan yang sarat makna persaudaraan dan keceriaan.

Baca juga: Kembangkan Tenaga Surya di Desa Wisata Malasigi Sorong, Program Desa Energi Berdikari Pertamina

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menyaksikan langsung proses pembuatan anyaman dan kuliner lokal seperti keripik pisang buatan mama-mama kampung. 

Produk ini telah berhasil menembus pasar modern dan kini tersedia di gerai Alfamart UniMuda Sorong dengan label “Belempe”, nama yang berasal dari tempat sakral di kawasan adat tersebut.

“Belempe bukan sekadar nama lembaga kami, tapi juga lambang nilai spiritual kami sebagai masyarakat adat Moi,” jelas Manase.

Baca juga: Kembangkan Tenaga Surya di Desa Wisata Malasigi Sorong, Program Desa Energi Berdikari Pertamina

Untuk menuju Kampung Malasigi, wisatawan dapat menempuh perjalanan darat dari Kota Sorong dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. 

Namun, Manase mengingatkan bahwa kondisi jalan menuju lokasi masih belum beraspal dan membutuhkan kendaraan double cabin atau mobil off-road.

Halaman
12
Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved