Layanan Kesehatan
42 Dokter Ditugaskan ke Daerah Terpencil se-Papua Barat Daya selama 2 Tahun, Kemenkes Tanggung Gaji
Keberadaan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil menjadi tantangan besar.
Penulis: Aldy Tamnge | Editor: Jariyanto
FREEPIK
PEMERATAAN DOKTER - Ilustrasi dokter. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Papua Barat Daya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyebar dokter ke daerah-daerah terpencil. Mereka ditugaskan selama dua tahun sebagai upaya pemerataan tenaga kesehatan agar pelayanan makin maksimal.
"Selain itu memberi beasiswa untuk Orang Asli Papua (OAP) agar bisa melanjutkan pendidikan kedokteran atau spesialis yang nantinya diberdayakan ke daerah asal," kata Lupi.
Tak hanya persoalan pemerataan sumber daya tenaga keseahatan, Lupi juga menyoroti ketersediaan logistik seperti obat-obatan dan alat kesehatan (alkes), serta penanganan penyakit menular dan tidak menular
Penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, ginjal, hingga kanker masih menjadi ancaman serius.
Oleh Karena itu, Kemenkes gencar membangun rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia berikut fasilitas atau sarana prasarana yang memadai. (tribunsorong.com/aldy tamnge)
Berita Terkait
Baca Juga
Penginputan Capaian Standar Pelayanan Minimal Papua Barat Daya Zona Merah, Pemprov Gelar Lokakarya |
![]() |
---|
Bimtek SIMPEL dan Proper: Upaya KLHK Jaga Kelestarian Alam di Papua Barat Daya |
![]() |
---|
4 Distrik di Sorong Selatan jadi Kantong Stunting, Ini Strategi Pemkab dalam Aksi Konvergensi |
![]() |
---|
Evaluasi Aksi 8 Konvergensi: Kunci Papua Barat Daya Kejar Target Nol Stunting di 2025 |
![]() |
---|
Mulai 2026 Wali Kota Sorong Wajibkan Dokter Kerja 24 Jam di RS, Pemkot Siapkan Insentif "Sultan" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.