Selasa, 28 April 2026

Kemenag Papua Barat

Agama Bukan Hanya Ritual: Kemenag Papua Barat Atasi Pernikahan Dini hingga Stunting

Kakanwil Kemenag Papua Barat Luksen Jems Mayor bilang peran agama tidak terbatas pada ritual keagamaan.

Tayang:
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Agama Bukan Hanya Ritual: Kemenag Papua Barat Atasi Pernikahan Dini hingga Stunting
TRIBUNSORONG.COM
PERAN KEMENAG DALAM PENDIDIKAN - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Papua Barat Luksen Jems Mayor dalam Podcast The Leaders di Studio TribunSorong.com, Jalan Pramuka, Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (24/7/2025). Ia mengatakan, pendidikan keagamaan di timur Indonesia tidak terbatas pada satu agama. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat Luksen Jems Mayor bilang peran agama tidak terbatas pada ritual keagamaan.

Baca juga: Tantangan Pendidikan Daerah 3T Papua Barat Daya, Kemenag Siapkan Insentif Guru-guru Berdedikasi

Tapi bisa hadir ditengah persoalan masyarakat, seperti pernikahan dini, stunting, kemiskinan ekstrem, dan kerusakan lingkungan.

“Karena itu, agama diturunkan membawa kebaikan,” ujar Luksen dalam Podcast The Leaders di Studio TribunSorong.com, Jalan Pramuka, Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (24/7/2025).

Baca juga: Kemenag Perluas Akses Pendidikan di Papua Barat Daya, Tak Hanya Madrasah

Ia mengatakan, banyak pasangan di Papua Barat dan Papua Barat Daya menikah secara adat atau agama tanpa pencatatan resmi di KUA atau catatan sipil.

Akibatnya, muncul berbagai masalah administratif.

Baca juga: Generasi Muda Jadi Fokus Kemenag Papua Barat dalam Program Ekonomi Umat

Terutama saat terjadi perceraian atau saat anak masuk sekolah.

“Karena itu, penyuluh agama kami dorong jemput bola,” tegasnya.

Sambung da, solusinya, Kemenag, pemda dan pengadilan agama menjalankan program Isbat Nikah Terpadu.

Program ini menyasar kampung-kampung terpencil agar pasangan bisa menikah sah secara agama dan negara.

“Makanya kami perlu strategi memperluas layanan KUA, menggeser kantor dari wilayah kota ke distrik,” ucap dia.

Baca juga: Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat Simpati Demo Mama-Mama Papua, Dukung lewat Program GEMAR

Tak hanya itu, Lukas merespons tingginya angka perceraian.

Kasus ini butuh bimbingan pranikah, kini menjadi program wajib bagi calon pengantin.

“Pernikahan bukan soal sehari dua hari. Ini menyangkut masa depan keluarga. Tanpa kesiapan, bisa berujung pada perceraian, stunting, dan kemiskinan,” jelasnya.

Baca juga: 190 Guru Katolik Ikut Pembinaan, Kakanwil Kemenag Papua Barat Ingatkan Peran Vital Era Robotik

Kemenag berkontribusi program nasional penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Para penyuluh agama dibekali pemahaman soal gizi dan ekonomi agar mengedukasi masyarakat sebelum menikah.

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved