Komunitas Blast
Jaga Kekayaan Laut Papua Barat Daya, YAKN Usung Misi Pendampingan hingga Pengembangan Mikro Bisnis
Bird’s Head Seascape Senior Manager YKAN Awaludinnoer Ahmad Awaludinnoer menjelaskan, keberadan YKAN di Papua Barat Daya sejak awal 2000-an.
Penulis: Angela Cindy | Editor: Jariyanto
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkomitmen menjaga ekosistem laut di kawasan Kepala Burung, Papua Barat Daya.
Bird’s Head Seascape Senior Manager YKAN Awaludinnoer Ahmad menjelaskan, keberadan YKAN di Papua Barat Daya sejak awal 2000-an.
“Itu berawal dari survei bersama dengan dua NGO dan universitas lokal pada 2001-2002 guna melihat potensi dan ancaman di laut Kepala Burung,” katanya dalam Siniar Komunitas Blast di Studio TribunSorong.com, Jumat (14/3/2025).
Baca juga: Kios Konservasi Indonesia Lestari Jajakan Aneka Produk UMKM Lokal Papua Barat Daya
Kala itu, lanjutnya, kegiatan masih dilakukan di bawah organisasi The Nature Conservancy (TNC), sebelum akhirnya YKAN resmi menjadi yayasan nasional pada 2014.
YKAN memiliki total 22 personel terdiri dari staf, konsultan, dan kru lapangan yang tersebar di site Tambrauw, Kabupaten Sorong, dan Raja Ampat.
“Kami memiliki tim khusus yang membangun komunikasi dengan pemerintah, mengurus penghidupan masyarakat, hingga mendukung pengembangan mikro bisnis berbasis kelautan,” ucap Wawan, sapaan karib Awaludinnoer.
Baca juga: Misool Utara Raja Ampat Resmi Jadi Wilayah Kawasan Konservasi Perairan
Menurutnya, Papua Barat Daya, khususnya wilayah Kepala Burung merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.
Kondisi ini tentunya membuat banyak pihak melihatnya sebagai peluang eksploitasi, baik secara legal maupun ilegal.
Adapun ancaman yang dihadapi, yakni penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan, penangkapan ikan berlebih, serta perburuan ilegal terhadap spesies yang dilindungi, seperti hiu di Raja Ampat.
“Satu-satunya kabupaten di Indonesia yang melindungi semua jenis hiu adalah Raja Ampat. Namun, masih ada kasus perburuan sirip hiu yang terjadi,” katanya.
"Ini menjadi alasan utama YKAN dan mitra konservasi lainnya menjadikan kawasan ini sebagai prioritas perlindungan."
Baca juga: Indonesia-Australia Kolaborasi Proyek "Konservasi Ridge to Reef" di Malaumkarta Papua Barat Daya
Selain itu, lanjut Wawan, praktik ilegal seperti penggunaan bom ikan juga masih ditemukan.
Pada akhir 2024 lalu, aparat berhasil menangkap pelaku illegal fishing dengan hasil tangkapan sekitar lima ton ikan menggunakan bom.
Wawan menyebut, pengawasan laut yang luas dan biaya patroli yang tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penegakan hukum.
Baca juga: Lindungi Kawasan Konservasi Terumbu Karang, Pokja RAMS Imbau Kapal Tak Buang Jangkar Sembarangan
Oleh karena itu sinergi antara YKAN, aparat kepolisian, dan masyarakat terus diperkuat.
“Kami memiliki forum komunikasi yang memungkinkan respons cepat terhadap kasus ilegal. Ada grup WhatsApp yang melibatkan aparat dan masyarakat kampung untuk melaporkan kejadian mencurigakan,” ucap Wawan.
Ia mengakui bahwa patroli masih menjadi kendala utama karena keterbatasan anggaran.
Baca juga: Pemkab Raja Ampat Papua Barat Daya Gelar FGD, Bahas RPJPD 2025-2045
Menyiasati hal ini, YKAN mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut sebab mereka punya pemahaman kuat dalam menjaga lingkungan.
"Secara tradisional, mereka menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, seperti kail dan tombak, bukan jaring atau bahan kimia berbahaya,” kata Wawan.
“Kami berharap kesadaran masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak terus meningkat agar ekosistem laut tetap terjaga bagi generasi mendatang.”
YKAN, kata Wawan, terus mengembangkan program-program berbasis komunitas dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan bahwa Papua Barat Daya tetap menjadi surga laut yang lestari. (tribunsorong.com/angela cindy)
Kapolda Papua Barat Daya Beber Tantangan dan Kompleksitas Kamtibmas, Jumlah Personel Masih Minim |
![]() |
---|
4 Poin Penting Hasil Rapat Persiapan Destinasi Wisata Jelang Libur Idulfitri di Papua Barat Daya |
![]() |
---|
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Fokus Utama Pembangunan Papua Barat Daya |
![]() |
---|
Inilah Aspek dan Target Pembangunan Papua Barat Daya, 4 Daerah Masuk Sektor Unggulan RPJMD 2025-2029 |
![]() |
---|
Musrenbang Kota Sorong 2025 Dimulai dari Kelurahan, Berlanjut ke Distrik dan Kota |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.