Kesehatan Masyarakat
Maybrat Raih Penghargaan Bebas Malaria dari Kemenkes, Begini Pesan Wabup Ferdinando
Penghargaan diterima Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250721_wabup-maybrat-ferdinando-solossa.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kabupaten Maybrat meraih penghargaan eliminasi malaria ajang 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination di Bali pada 16-17 Juni 2025.
Penghargaan diterima Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Ini capaian luar biasa karena empat bulan lebih kepemimpinan kami bersama bapak Bupati Karel Murafer," kata Ferdinando kepada TribunSorong.com, Senin (21/7/2025).
Baca juga: 100 Guru Sekolah Minggu Klasis Ayamaru Ikut Kursus, Bupati Maybrat: Ujung Tombak Gereja
Ia menjelaskan, dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, hanya tujuh daerah mendapat penghargaan.
Prestasi diberikan berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan Kemenkes.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Diluncurkan, Pemkab Maybrat Siap Tancap Gas Beriringan dengan PSN Lain
Kabupaten Maybrat dinilai berhasil menekan angka penularan malaria hingga nihil secara lokal.
“Pesan dari bapak Presiden Prabowo melalui Menkes, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibanding mencapainya,” ujar Ferdinando.
Prestasi ini, lanjutnya, adalah milik semua masyarakat Maybrat.
Baca juga: Pemalangan di Fategomi, Bupati Maybrat Ajak Kedepankan Musyawarah dan Kearifan Lokal
Semua pihak diharapkan bersama-sama menjaga lingkungan agar status penghargaan dapat dipertahankan.
Ferdinando menyatakan, pemkab menjadikan penguatan eliminasi malaria masuk penyusunan RPJMD dan perencanaan anggaran APBD 2026.
Tujuannya agar integrasi program kesehatan lingkungan dan ketahanan kesehatan masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.
Ferdinando menegaskan, eliminasi malaria hanya akan dapat dipertahankan melalui kolaborasi lintas sektor serta kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Malaria muncul bukan hanya karena faktor alam, tetapi karena kelalaian dalam menjaga sanitasi lingkungan, drainase, dan pola hidup bersih.
Baca juga: Maybrat Dapat Jatah 101,960 Ton Beras Program Bantuan Pangan untuk 2 Bulan
Pemkab, kata Ferdinando, menginstruksikan jajaran hingga ke masyarakat agar menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarang, serta menjaga aliran air agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
“Dana desa dapat diarahkan buat mendukung sanitasi, drainase, dan pengendalian lingkungan,” ujarnya.
Baca juga: Umat Katolik Tujuh Kampung di Aifat Utara Maybrat Sumbang Rp650 Juta buat Peresmian Gereja
Ferdinando menyebut, penertiban ternak seperti babi yang dibiarkan berkeliaran juga menjadi perhatian.
Hal itu dapat menjadi faktor penyebaran bibit penyakit jika dibiarkan di sekitar permukiman dan rawa. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
Wakil Bupati Maybrat
Ferdinando Solossa
Maybrat
malaria
Papua Barat Daya
Kemenkes
Budi Gunadi Sadikin
| Dinkes Papua Barat Daya Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Atasi AIDS, TBC, dan Malaria |
|
|---|
| Upaya dan Strategi Penanggulangan Penyakit AIDS, TBC, dan Malaria di Papua Barat Daya |
|
|---|
| Puluhan Anak Ikut Khitanan Ceria Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Sorong dengan Praktek Bersama Zycare |
|
|---|
| Puskesmas Mare Selatan Maybrat Resmi Terdaftar di Kemenkes RI, Siap Tingkatkan Pelayanan |
|
|---|
| Kasus Dokter Lecehkan Pasien Marak, Begini Langkah dan Upaya Kemenkes |
|
|---|