PT Freeport Indonesia
PT. Freeport Perkuat SDM Papua melalui Institut Pertambangan Nemangkawi, Ribuan Alumni Terserap
SVP Community Development PT Freeport Indonesia (PTFI) Nathan Kum mengatakan, PFTI terus perkuat sumber daya manusia (SDM) Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251127_pelatihan-pengelasan-di-ipn-freeport.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, TIMIKA - Senior Vice President (SVP) Community Development PT Freeport Indonesia (PTFI) Nathan Kum mengatakan, PFTI terus perkuat sumber daya manusia (SDM) Papua yang terampil dan siap kerja.
Satu di antaranya melalui pengembangan pendidikan vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), pusat pelatihan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Baca juga: Freeport Diminta Bagun Smelter di Papua
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan merupakan bagian strategis dalam investasi sosial perusahaan.
"Fokus kami memastikan generasi muda Papua mendapatkan keterampilan nyata yang dapat dipakai bekerja dan membangun karier," ujar Nathan Kum di Timika, Senin (24/11/2025).
PTFI mengembangkan berbagai program pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, termasuk sekolah vokasi seperti IPN dan beasiswa lanjutan.
Baca juga: Awalnya Kurang Kompeten, Alumni BPVP Sorong Ini Kini Bekerja Jadi Drafter di PT Freeport Indonesia
Tujuannya menyiapkan generasi Papua yang terampil, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Nathan menjelaskan, IPN merupakan lembaga pendidikan vokasi non-formal yang dirancang agar generasi muda Papua memiliki kemampuan teknis dan disiplin kerja yang dibutuhkan di dunia industri, terutama sektor pertambangan.
"Harapannya, lulusan IPN dapat langsung mengaplikasikan ilmunya untuk membangun karier, berintegritas dan berperan penting di berbagai bidang profesional," katanya.
Baca juga: Presdir PT Freeport Indonesia Bagi Tips Berkarier di Perusahaan Internasional ke Mahasiswa Unhas
Nathan menambahkan, sejak didirikan pada 2003, IPN berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi berkelas Industri dengan pelatihan berbasis kompetensi Kerja Khusus dan berbagai program pengembangan SDM lainnya.
Beragam program yang dijalankan membentuk sebuah ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari pelatihan di kelas hingga pengalaman langsung di lapangan.
Pendekatan ini memastikan mereka bisa terus meningkatkan kemampuan mereka dari waktu ke waktu.
"Lebih dari 4.000 siswa mengikuti pelatihan di IPN. Sekitar 90 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP) dan saat ini, 71 persen lulusan bekerja di PTFI maupun perusahaan kontraktor," ujar Nathan.
Lanjutnya, pada 2024, sebanyak 289 peserta terpilih mengikuti program pelatihan siswa (apprentice) setelah melalui seleksi ketat dari 4.938 pendaftar.
Rinciannya 82 orang dari Suku Amungme, 96 orang dari Suku Kamoro, dan sisanya dari 5 suku kekerabatan lainnya.
Dari total jumlah peserta tahun 2024, sebanyak 70 orang adalah perempuan.
| BPJS Ketenagakerjaan Sorong Gandeng BTN, Perluas Akses Perumahan Pekerja Papua Barat Daya |
|
|---|
| KKP Setop Sementara Terminal Khusus Perusahaan Tambang Batu Andesit di Saoka Sorong |
|
|---|
| Gubernur Papua Barat Daya Elisa: Pekerja Informal Sering Luput dari Skema Perlindungan |
|
|---|
| Pemerintah Pusat Cabut Izin Usaha Pertambangan di Raja Ampat, Mensesneg: Ini Perintah Bapak Presiden |
|
|---|
| Apa Arti Kata Umbies? Bahasa Gaul Kekinian Terkait PNS dan Karyawan, Anda Termasuk? |
|
|---|